Monday, January 31, 2011

Citra Diri, Etika Berbusana

Senin, 31 Januari 2011
bersama: Linda Hevira (Uni Djan Training)
dan : Ir. Hj. Vera Primadewi (Designer)
 Etiket yaitu menempatkan sesuatu sesuai dengan waktu, tempat dan suasana.
Dalam hal ini busana yang kita pakai hendaknya juga memperhatikan 3 buah norma :
1. Norma Agama (Menutup Aurat)
2. Norma Hukum (UU Pornografi)
3. Norma Sosial/Budaya setempat (Di Aceh aturan berbusana lebih ketat dibanding daerah2 lain di Indonesia) Norma di Bali lain dengan di Minangkabau dll.
Supaya apa yang kita kenakan tidak sampai SALTUM atau salah kostum dalam menghadiri suatu acara, biasanya kategori pembagian busana menurut acara dibagi 3 :
1. Acara Formal
2. Semi Formal
3. Non Formal/Santai/Hiburan

Monday, January 10, 2011

Peran Seni dalam Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Citra Diri, Edisi 10/01/2010
bersama : Linda Hevira (Uni Djan Training)
dan Mahasiswa ISI Padang Panjang Jurusan Teater dan Musik

Tuesday, December 21, 2010

Etika dalam Jual Beli

"Sekalipun pembeli adalah raja, namun pembeli juga harus mempunyai etika..."
Tentunya didahului oleh etika yang baik dari si penjual itu sendiri...

Sunday, September 5, 2010

Wednesday, August 4, 2010

BiTV : Pesona Wanita


Acara Pesona Wanita, setiap Senin siang selalu mendapat tanggapan Positif dari pemirsa TV di kawasan Sumatra Barat, karena satu-satunya stasiun televisi yang selalu memberikan Informasi dan Referensi mengenai Busana, Assessoris dan juga Peluang Bisnis.

Acara yang dibawakan oleh Presenter CANTIK Linda Hevira ini,SELALU DITUNGGU-TUNGGU tidak hanya oleh kaum wanita saja, tapi juga dilirik oleh kaum pria, karena SELAIN menghadirkan PARA model di setiap sessionnya, juga memberikan informasi bisnis seputar busana dan assessoris pendukung lainnya.

Dengan menghadirkan nara sumber Tetap, yaitu Ibu Hj. Dewi, designer dari Arai Pinang, acara ini penuh dengan berbagai tips dalam berbusana disamping juga mendatangkan bintang tamu dari pelaku bisnis di bidang fashion. pokoknya seru dech..


.....

Terimakasih anda masih bersama kami//
Pemirsa// Tadi kita sudah berbicara tentang bahan, corak serta warna dari Pakaian Carnaval//, sekarang kita akan membahas bagaimana peluang bisnis dari pakaian karnaval itu sendiri //..........
.........
Nah pemirsa //tetap di tempat duduk anda karena sesaat lagi kami akan segera kembali.


..."PEMIRSA TERUS IKUTI ACARA PESONA WANITA,/ SETIAP HARI SENIN PUKUL 11 - 12 WIB// DAN SIARAN ULANGNYA PADA PUKUL 6 - 7 SORE// HANYA DI BiTV / TIVINYO URANG AWAK//.
INGAT PEMIRSA // DRESSING NOT ONLY CLOSING THE BODY // BUT ALSO REFLECTION OF PERSONNALITY...
AKHIRNYA SAYA LINDA HEVIRA/ BESERTA SELURUH KERABAT KERJA/ UNDUR DIRI DULU DARI HADAPAN ANDA//
SELAMAT SIANG// WASSALAAMU'ALAIKUM W.W // DAN SAMPAI JUMPA...

Pesona Wanita Gaya


Session I.
Assalaamu'alaikum WW.
Selamat siang pemirsa..
Senang sekali saya Linda Hevira / kembali hadir di hadapan anda / dalam Acara Pesona Wanita//.
Sebuah tayangan yang sarat dengan informasi dan referensi/mengenai busana/assessoris/dan juga peluang bisnis//.
Bersama saya telah hadir 2 orang narasumber / yang akan berbincang mengenai Tips dalam Memilih Busana Muslimah.
Langsung saja kita sapa nara sumber yang pertama : Ibu Vera Primadewi, designer dari PT. Arai Pinang Bukittinggi / dan Ibu Yessy Enriani seorang pelaku bisnis dan juga pemerhati mode.
Selamat siang Ibu Dewi...wah cerah sekali hari ini..
bagaimana khabarnya ibu..?

Nah ............
...........
..............

Jeda Iklan
Session 2. lanjutan..
Jeda iklan
Session 3. Tanya jawab dengan pemirsa..
Jeda iklan
session 4. Tanya jawab dan sambungan materi..
Jeda iklan
Session 5. Penutup..
Baiklah pemirsa, sampailah kita di penghujung acara, dan itu tandanya kita harus membuat kesimpulan dari perbincangan ini.

Baik ibu Dewi, apa yang dapat disimpulkan dari perbincangan ini?
Ya..Linda : Untuk memilih busana Muslimah ada 3 hal yang harus diperhatikan
Yang pertama : Tentu harus sesuai dengan ketentuan Agama
Yang kedua : Sesuaikan dengan tubuh ,
- jika bertubuh kecil gunakan warna2 yang cerah, bahan yang goyang.
- yang bertubuh gemuk, gunakan warna2 gelap dan bahan yang tidak begitu menempel dengan tubuh (seperti kaus) dan bukan juga bahan yang terlalu kaku, serta jauhkan dari motif yang ramai.
- yang bertubuh pendek,buat potongan di bawah dada atau di atas pinggang, supaya tubuh berkesan tinggi.
Dan Yang terakhir sesuaikan model dengan kepribadian masing2, jangan dipaksakan...

Ok..
Nah sekarang Ibu Yessi..apa yang dapat disarankan nich..
Baik Linda..
Saran saya adalah:
Disamping yang ibu Dewi tadi sebutkan, hendaknya kita kembali memasukkan motif2 bordir, tenun, sulam dan lainnya ke dalam ornamen busana yang dipakai.
Disamping motif2 tersebut merupakan warisan budaya kita, tentunya ini menjadi identitas dan promosi kerajinan daerah Bukittinggi sendiri sebagai kota wisata.

Baik..
Trimakasih Ibu Dewi../ Trimakasih Ibu Yessi/ dan juga Trimakasih buat pemirsa yang telah bersama kita dari awal hingga akhir acara ini...
Ingat pemirsa..Fashion not only closing the body, but also reflection of personnality...
Akhirnya /saya Linda Hevira dan kru Pesona Wanita Gaya / undur diri dari hadapan anda.
Selamat Siang. Sampai berjumpa lagi..
Wassalaamu'alaikum WW

Wanita Membangun Negri

WARTA, WANITA dan FAKTA




Dengan berdalih bahwa setiap progam televisi yang ditayangkan tidak pernah lepas dari peran sponsor, supaya perusahan tetap hidup, karyawan tetap makan dan tentu saja di tengah perebutan kue iklan dengan stasiun TV lainnya, maka demi merebut perhatian massa, tidak jarang tayangan2 televisi bisa jadi tidak mendidik bagi para penontonnya.

Tapi kapankah sebuah idealisme hadir dan suatu pembelajaran positif yang mencerdaskan pemirsa, akan mampu menggeser setiap tayangan2 seperti: sinetron2 cemen, kekerasan, reality show yang direkayasa, kasus2 yang di blow up, narasumber2 yang aji mumpung, serta hiburan2 yang di luar norma kesopanan akan menghilang...
Tugas KPI sepertinya tidak bergema lagi, sebuah komisi yang dibentuk pemerintah dan dipilih oleh DPR dan DPRD tak banyak berbuat dalam hal ini.
DPR sendiri setelah menelorkan UU Pornografi, diam2 saja. Lalu di tengah pro dan kontra permasalahan tsb, masih ada juga orang yang dengan bangga mengatakan bahwa UU pornografi akan mengekang hak azazi manusia dalam hal seni...Wow...nggak kreatif amat...Kalau mencari uang dengan cara mengatasnamakan nafsu, selera pasar, kesenangan, hiburan dll tanpa mengindahkan norma dan agama...ya..itu sich semua orang bisa, mikir yang positif kenapa sich...

Di SALAH satu kesempatan talk show SAYA dengan seorang ustadzah, dari Bandung, beliau mengatakan bahwa sebuah negara akan dirahmati Allah jika pemimpinnya berani mencegah kemungkaran dengan powernya dan mengajak kebaikan dengan powernya...
Sepertinya untuk hal ini, saya akan salut dengan Bapak Fauzi Bahar walikota Padang .
Terjun ke lapangan saat gempa dan selalu memotivasi masyarakatnya lewat corong RRI sepanjang siang dan malam hari.
Berani menutup akses dan merazia kemaksiatan, langsung menegur ke lapangan pejabat2 yang malas serta mewajibkan semua pelajar menggunakan baju kurung di sekolah. Menyuruh menghafal dan menggemakan Asmaul Husna setiap harinya.., serta menyemarakkan dan belajar di mesjid pada bulan Ramadhan dan masih banyak lagi sepak terjangnya.
Luar biasa.....Walau memang ada pro dan kontranya...Kasihan ... di saat orang berbuat benar..ada aja orang yang nggak benar menjadi marah...Ironis memang..

Banyak sekali fenomena di bumi ini, demi sebuah popularitas, sebuah ketenaran, sebuah kekuasaan, sebuah kekayaan, orang akan selalu mencari sensasi dan melakukan apa saja.
Tanpa berfikir panjang, efek dari perbuatannya. Apakah orang tua akan malu,apa anak2 akan marah dan kecewa, teman2 akan mencibir dsb...terlebih lagi tidak pernah berfikir besok akan mati...A'uzubillahi min zaalik...

Satu hal lagi menurut ibu Euis Srimulyati, dalam dialog Wanita Membangun Negri di BiTV, beliau menjelaskan jika wanitanya baik, maka baik pulalah negara itu.
Dan untuk menjadi wanita yang baik..salah satu caranya adalah dengan menutup aurat..
(jika ia menutup aurat maka tertutup pulalah beberapa jalan kemaksiatan bagi dirinya)..Subhanallah... (tapi masih ada pro dan kontra mengenai hal ini, masing2 dg dalilnya sendiri2..) hmh...
Lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan : Belum ada panggilan...
"Wah..salah besar..kan waktu kita lahir ke dunia...diadzankan dulu buat yang laki2, dan diqamatkan buat yang wanita..betul nggak..?"
Kalau nggak merasa dipanggil lha...Mau dipanggil pakai apa lagi sich...?

Kita butuh wanita yang mempunyai KEDAULATAN DIRI...tidak mudah terpengaruh oleh ini itu...(saya jadi ingat kata Uni Djan..: berapa banyak wanita yang mau saja DIPANCING...demi rasa cinta, rasa sayang, harta, takut kehilangan, takut ditertawakan, takut tidak dikenal, takut tidak makan, takut ....dll)

OK..saya tahu...stop menyalahkan orang lain, keluarga, anak2, teman, guru, orang tua dll. Saatnya mulai muhasabah diri...sejauh apa arti hidup ini...
Masih banyak yang perlu digali dalam diri..dan diekspresikan dengan cara yang benar..bukan merasa benar..

Saat ini saya sangat simpati dengan orang2 yang banyak berbuat tapi nggak banyak bicara, ia bicara lewat karya, semua yang akan dia tulis, yang akan dia sampaikan dan yang akan dia lakukan telah melalui seleksi batin ..apakah ini baik untuk dirinya dan orang lain atau tidak...
Artinya orang ini punya komitmen dengan diri dan hidupnya...serta bertanggung jawab terhadap apa yang yang pernah dia janjikan dan sampaikan...
Ada nggak ya..kalau ada saya langsung pilih dia...

Pesona Wanita Berbusana

SELAMAT SIANG PEMIRSA//
SENANG SEKALI SAYA LINDA HEVIRA// HADIR DI HADAPAN ANDA DALAM ACARA PESONA WANITA//.
KALI INI KITA AKAN MEMBAHAS MASALAH PAKAIAN ADAT PENGANTIN DI SUMATRA BARAT //
BERSAMA NARA SUMBER KITA YAITU IBU DEWI// YANG JUGA DESIGNER TETAP KITA DAN IBU FAUZIAH HASAN DARI TSANIA

Thursday, June 24, 2010

Citra Diri, Edisi Jumat , 18 Juni 2010. Tetap Muda di Usia Senja

bersama : Linda Hevira
tamu : Anka Harman (Ketua LANSIA SEHATI)
dan : Helmi Miaz (Ketua LPM)
Tema : Tetap Muda, Sehat dan Mandiri di Usia Senja

Friday, June 4, 2010

Citra Diri, Edisi Jumat , 05 Juni 2010. Pariwisata Sumatra Barat di Mata Internasional

bersama : Linda Hevira ( Pengembangan Diri dan Profesi,  MC dan Public Speaking)
dan : Syafroni Valian (Ketua PHRI/Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bukittinggi
tema : Pariwisata Sumatra Barat di Mata Internasional














Assalaamu'alaikum WW.
Selamat Siang Pemirsa, senang sekali kita dapat berjumpa lagi dalam Acara Citra Diri., sebuah Acara yang membahas masalah Kepribadian, Motivasi, Komunikasi dan Pelayanan untuk menciptakan masyarakat yang bermartabat.


Pemirsa, Sumatera Barat sudah lama dikenal dengan pemandangan yang indah, atraksi budaya dan masakan lokalnya yang lezat. Namun apapun itu insan pariwisata sekarang tidak lagi pasif hanya mengharap turunnya hujan dari langit, tapi juga harus aktif menggali sumur dan mencari mata air lainnya.

Contohnya kota Sawahlunto yang pernah mendapat julukan kota tua atau kota mati, mereka tidak hilang akal justru menjadikan wisata tambang, wisata museum serta wisata kereta dengan mak itam, sebutan untuk lokomotif antik sebagai andalan untuk kesejahteraan masyarakatnya
Di sisi lain Memadukan kegiatan olahraga dengan atraksi seni dan budaya serta kuliner adalah suatu hal yang dapat memancing datangnya para wisatawan.

Lomba Dayung Perahu Naga Internasional yang diadakan di Padang bulan Agustus lalu sudah memasuki tahun ke 7 yang diikuti oleh negara Malaysia, Filipina, Makau dan China Taipeh disamping propinsi-propinsi lainnya di Indonesia.

Musibah gempa yang telah terjadi 30 September 2009 lalu tidak menyurutkan semangat Dirjen Pariwisata Sumatera Barat.
Terbukti dengan dilaksanakannya Kejuaraan Paralayang yang diadakan di Puncak lawang, Matur Agam, yang baru berakhir bulan Mei 2010 ini. Event yang diikuti tidak hanya oleh peserta dalam negri namun juga datang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Australia.
Para penerjun sangat terkesan dengan pemandangan alam yang indah sambil terbang apalagi dapat menikmati keindahan Danau Maninjau .

Lomba Balap Sepeda yang beskala Internasional "Tour de Singkarak" yang tengah dilangsungkan untuk kedua kalinya, pada tanggal 1 hingga 6 Juni 2010 mendatang.

Panjat tebing di Harau Payakumbuh dan masih banyak lagi.

Kita sepatutnya bangga bahwa Tour de Singkarak sudah terdaftar dalam kalender event tahunan Badan Dunia Balap Sepeda (Union Cycling Internasional, UCI) .
Ini merupakan suatu promosi di tingkat internasional yang tidak ada duanya. Dengan kedatangan peserta beserta oficialnya, mereka dapat menyaksikan langsung keindahan daerah dan dihibur dengan ragam atraksi seni dan budaya masing-masing daerah yang dikunjungi pada tiap etape.
Dapat dibayangkan berapa banyak wisatawan pencinta balap sepeda, offisial peserta lomba serta wartawan dari mancanegara tidak ketinggalan dalam memberitakan perlombaan ini, yang tentunya juga sudah pasti meliput keindahan pemandangan alam Sumatera Barat.

Pemirsa , merujuk kepada judul  "Pariwisata Sumatera Barat di Mata Internasional", agak "narsis" memang tapi ini perlu, sekedar mengingatkan bahwa dunia begitu cepat berubah, sudahkah masyarakat dan Pemerintah Sumatera Barat berbenah dalam segala hal?
Apakah sudah mempunyai Sumber Daya Manusia yang trampil?
Sudahkah Sarana dan Prasarana mencukupi?
Apakah Pelayanan Publik sudah memberikan teladan selama ini?
Birokrasi yang memberikan kemudahan dan tidak bertele-tele?
Apakah setiap Ucapan dan Tindakan yang kita lakukan terhadap orang lain sudah menyejukkan hati?
Sudahkah ketika kita bersosialisasi saling menghargai?
Bisakah Kebersihan dan Mutu yang terjamin sudah kita biasakan dsb?
Jawabannya adalah : Belum maksimal dan tidak sepenuh hati...

 Lalu apakah langkah awal yang dapat kita lakukan hari ini?
1. Jadilah pribadi yang istimewa dan bercitra  positif (awali dengan senyuman...sebab dengan seulas senyum, akan membuka komunikasi yang baik)
2. Kenali makna pariwisata, jangan selalu diidentikkan dengan konotasi negatif.
Banyak hal yang dapat di gali dari pariwisata ini, Wisata olahraga (perlombaan2), wisata kuliner, wisata pendidikan (anjang sana), wisata kesehatan, wisata cendera mata, wisata budaya dan seni, seminar2 internasional....
3. Begitu besarnya peran Pariwisata telah banyak memberikan kontribusi pemasukan bagi APBD suatu daerah, dan seyogyanyalah digunakan untuk membangun sarana dan prasarana yang mendukung kesejahteraan dan perekonomian rakyat.
4. Insan pariwisata tidak hanya perhotelan, travel agent, restoran dan tempat wisata, tapi juga semua lapisan masyarakat merupakan insan dan duta pariwisata. Tergantung kita bisa jeli mengambil peluang dengan datangnya para wisatawawan.
Contohnya : (Seorang pengusaha bordir bisa mempunyai untung besar jika dia mendapatkan pembeli tetap dari luar propinsi atau luar negri)
(Seorang penjual telur, ayam, daging, sayuran, buah2an atau bahan makanan lainnya di pasar tradisional, akan mempunyai pelanggan tetap sebuah hotel atau restoran  jika ia dapat melayani konsumennya dengan ramah)
(Seorang yang mempunyai sanggar Seni dapat menarik kontribusi kepada wisatawan dari tarian minang atau kerajinan tangan yang dibuatnya, bahkan bisa tour dan ekspor ke luarnegri)
dsb..
5.  Menjalin hubungan baik dengan siapa saja adalah awal yang baik. Jadilah tuan rumah yang ramah, agar dikenang dan akan dirindukan kembali saat mereka pulang. Bukankah menjaga hubungan baik lebih berat daripada memulainya? 
Sudah saatnya pula untuk berkata...Masihkah kita merayap di saat orang lain sudah terbang..?

Kita tidak lagi menuju Dunia Internasional lagi, tapi sudah berada di dalamnya. Maka jadilah pemain yang baik dan bijaksana dalam menjaga citra diri dan budaya bangsa.
..........
Baiklah pemirsa..sepertinya kita sudah sampai di penghujung acara ini.
Terimakasih Pak Roni sudah datang dan berbagi bersama kita disini dan juga Terimakasih kepada pemirsa yang sudah setia dari awal hingga akhir acara ini. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.
Dan Pastikan anda masih menyaksikan acara Citra Diri setiap hari Jumat pukul 11-12 siang dan siaran ulangnya pada pukul setengah tujuh malam.
Akhirnya saya Linda Hevira undur diri . Selamat siang. Sampai Berjumpa lagi. Wassalaamu'alaikum WW









Saturday, May 15, 2010

Citra Diri, Edisi Jumat , 7 Mei 2010. Mendidik Anak Sesuai dengan Zamannya















Bersama : Linda Hevira (Uni Djan Training)
dan : Fitri Effendi, S.Psi (Psikolog)
Tema : Mendidik Anak Sesuai dengan Zamannya.
telp interaktif : 0752 626035

Mengungkapkan  sesuatu tidak selalu dengan ceramah dan kritikan yang berapi2 , ada kalanya kita lebih tersentuh dengan puisi. 


Walaupun pada dasarnya kewajiban mendidik seorang anak adalah ibu, namun peran ayah jangan sampai ditiadakan.
Ada hal2 tertentu justru nilai2 yang ditanamkan oleh ayah sejak dini, berdasarkan pengalamannya lebih mudah dipahami olah anak, tentu saja dengan sikap yang bersahabat dan perkataan yang menyentuh raganya. Semakin banyak pertanyaan anak..justru semakin banyak yang dapat disampaikan, karena mereka mulai tertarik dengan pelajaran nilai2 tsb...

ANAKMU bukan anakmu !

“Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.

Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan
tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur,
dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur...
......(tj.Kahlil Gibran)


Hindari jawaban2 ketus, karena anak mulai belajar bagaimana cara mendengar, bagaimana cara menjawab pertanyaan,  langsung dari guru pertamanya yaitu orangtua atau lingkungannya.



 
ANAK ADALAH SEBUAH KAIN SUTRA YANG BERHARGA
SELALU DIBILAS DENGAN SABAR BILA TERNODA
SELALU DIHALUSKAN DENGAN PENUH PERASAAN BILA KUSUT
SELALU DISULAM DENGAN TEKUN BILA TERKOYAK
ANAK ADALAH SEBUAH JIWA YANG SEDANG BERKEMBANG

ANAK ADALAH SEBUAH TAMAN BUNGA YANG INDAH
HARUS DISIRAM DENGAN RAJIN BILA LAYU
HARUS DIBERI PUPUK TIADA HENTI BILA TIDAK TUMBUH SUBUR
HARUS DISIANGI DENGAN TEKUN BILA TUMBUH TIDAK TERATUR
ANAK ADALAH RAGA YANG SEDANG MEKAR

.................(widodo judarwanto)

Buatlah lingkungan aman dan menyenangkan bagi mereka, dengan terlebih dulu menyenengkan hati kita sendiri, sebagai ibu dan sebagai ayah. Masalah kita adalah masalah kita, jangan jadikan mereka sebagai kambing hitam dari masalah di kantor dll, sebab mereka juga mempunyai masalah di dunianya.
“ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA”

MESKIPUN ANAK ADALAH SEBUAH DARAH DAGING MANUSIA
BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MELEPAS MAKIAN
BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MENGAYUN TAMPARAN
ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA
HANYA BISA MENANGIS BILA BENTURAN KASAR MENERPANYA


MESKIPUN ANAK ADALAH ADALAH HAK SEORANG MANUSIA
BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MEMPERDAGANGKAN SEMAUNYA
BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MEMPERKERJAKAN SEENAKNYA
ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA
HANYA BISA MENGHIBA BILA LETIH MENYENTUH TUBUHNYA

..............

ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA
HANYA BISA MERENGEK SAAT DAHAGA TERTIMBUN DI LEHERNYA
HANYA BISA MENGHELA NAPAS BILA KALIMAT KASAR MERASUK JIWANYA
HANYA BISA TERDIAM BILA SAAT AMARAH MANUSIA MENERJANG EGONYA
HANYA BISA MENGERANG BILA PUKULAN MENGHUNJAM TULANGNYA
HANYA BISA TERISAK BILA KEKERASAN TERUS MENGITARINYA
HANYA BISA MENITIKKAN AIR MATA BILA DERITA TERUS MENDERANYA
MANUSIA YANG TERUS MENDERANYA ADALAH BUKAN MANUSIA
APAPUN ALASANNYA, HENTIKAN SEGERA SEGALA KEKERASAN ITU...
...............
( widodo judarwanto)


Memang sebagai seorang guru, orangtua bahkan para pemimpin bangsa, inilah sebuah pekerjaan yang tidak boleh menyerah terhadap ujian2 kenakalan2 "mereka".
Semoga... Amin...









Friday, April 30, 2010

Citra Diri, Edisi Jumat , 30 April 2010. Standarisasi Pelayanan Pariwisata

Bersama : Linda Hevira (Uni Djan Training : Pengembangan Diri & Profesi, MC & Public Speaking)
dan : Syafroni Valian (Ketua PHRI) Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia
tema : Standarisasi Pelayanan Pariwisata
Sejak 11 maret 1984 , Bukittinggi telah dicanangkan sebagai daerah tujuan Wisata.
Namun dalam perjalanannya Bukittinggi sudah mempunyai multi nama dan gelar , contoh: sebagai Kota Pendidikan, karena mutu pendidikan di kota ini lebih tinggi.
Kota Perdagangan, dimana kawasan Aur Bukittinggi sering disebut sebagai Tanah Abang nomor dua.
Serta Kota Kesehatan dengan adanya Rumah Sakit Stroke Nasional yang bahkan bercita2 menyandingkan berwisata sambil mengecek kesehatan di Bukittinggi.
Di tengah populernya kota Bukittinggi sebagai tempat wisata, ternyata masih banyak yang harus dibenahi.
Semangat melayani mungkin harus ditumbuhkan secepatnya.
Pemerintah harus memastikan kemana sebenarnya arah dari perkembangan kota Bukittinggi ke depan.

Dari Pariwisata telah memacu pertumbuhan ekonomi kota Bukittinggi ,misalnya :
1. Penginapan (dari hotel berbintang sampai melati)
2. Restoran (masakan yang membutuhkan bahan mentah dari hasil pertanian)
3. Jasa perjalanan ( informasi tentang keamanan kota dan tranportasi yang lancar harus terus dikomunikasikan, bekerja sama antara media, perhotelan, tempat wisata, sanggar seni, industri kerajinan dan perdagangan)
4. Memancing investor untuk membangun tempat2 wisata dan kuliner
5. Tenaga SDM yang meningkat dengan standar pelayanan yang baik.

Mestinya 40 % PAD yang masuk ke Bukittinggi yang berasal dari Wisatawan yang otomatis selalu ramai di akhir pekan dan libur2 nasional harus dapat dikembalikan dalam bentuk pembenahan sarana dan prasarana pendukung pariwisata.
Disamping hawanya yang sejuk, kota Jam Gadang ini, merupakan tempat strategis yang menghubungkan Sumatra bagian Utara, Timur dan Selatan, dan membuat kota Bukittinggi sebagai
pusat jasa dan perdagangan, kesehatan, kerajinan, pilihan wisata pendidikan, kuliner, tempat seminar dan pelatihan.

Walaupun dengan satu kata Pariwisata, namun infrastruktur pendukung yang ada masih perlu pembenahan disana sisi.
Contoh saja :
Dinas Pariwisata, bagaimana bisa menjadi jembatan antara para pelaku wisata dengan wisatawan
Dinas Perhubungan, membuat jalan2 dan transportasi yang layak
Dinas Kebersihan, bagaimana membuat setiap sudut kota menjadi bersih dan nyaman
Dinas Tata Kota, memberikan gambaran tentang lokasi2 wisata, Rumah makan, penginapan, dll
Dinas Perdagangan,
Dinas Tenaga kerja, harus merangsang kesempatan kerja seluasnya dan pelatihan profesional yang sesuai standar pelayanan.