Monday, April 28, 2014

MENYASAR PASAR ASEAN PT. SEMEN INDONESIA SIAPKAN DIRI MENJADI PEMAIN UTAMA DI ASIA TENGGARA Oleh : Linda Hevira


I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan potensi Sumber Daya Alamnya baik dari darat, laut dan udara. Hutan dengan flora dan faunanya, bumi dengan kandungan bahan tambangnya, laut yang terbentang luas menyimpan berbagai aneka ragam ikan dan  keindahan terumbukarangnya dan potensi laut yang disebut-sebut bakal menjadi cadangan energi terbesar lainnya ke depan yang perlu ditindaklanjuti, serta iklim tropisnya dimana  matahari selalu bersinar sepanjang tahun, di negeri yang juga kaya dengan seni budaya  lokalnya.
Seorang ulama pernah mengatakan bahwa  Indonesia ibarat sepotong surga yang ditompangkan ke dunia. Banyak pepatah dan lagu dinyanyikan menggambarkan kaya dan suburnya daerah Indonesia. Seperti tongkat dan kayupun menjadi tanaman, apapun tumbuh subur di Indonesia. Itu semua merupakan amanah yang luar biasa yang diterima bangsa Indonesia setelah kemerdekaan RI 68 tahun yang lalu. Kepercayaan itu tentunya harus ditunjukkan dalam bentuk tanggung jawab yang besar, untuk menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang maju dan mempunyai sumber daya manusia yang cerdas untuk mengelola sumber daya alamnya.

I.2. Tujuan

Prinsip perekonomian di Indonesia tentu saja harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mengingat banyaknya privatisasi yang akhir-akhir ini dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan APBN, Semen Indonesia merupakan salah satu perusahaan negara yang tengah berusaha menjadi salah satu pelopor BUMN yang diharapkan bisa mewujudkan pasal 33 UUD 1945 yang tercantum pada ayat 1 sampai 4 yaitu :
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Untuk itulah dengan bahasan di bawah ini kita berharap Semen Indonesia tidak saja menjadi Raja di negeri sendiri tapi juga berjaya di Asia Tenggara bahkan dunia untuk kemaslahatan bangsa.

BAB II.  ISI

II.1. Sejarah Semen di Indonesia dan Privatisasi BUMN

Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum (bahasa Latin), yang artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". Sejarah adanya pabrik semen di Indonesia berawal dari berdirinya PT Semen Padang pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappi (NV NIPCM) di Padang, Sumatera Barat. Pabrik tersebut mulai berproduksi pada tahun 1913 dan pada tanggal 5 Juli 1958 perusahaan tersebut dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia dari Pemerintah Belanda. Tanggal 15 September 1995 PT Semen Gresik berkonsolidasi dengan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, dengan nama Semen Gresik Group (SGG) dimana sahamnya dimiliki secara mayoritas oleh Pemerintah Republik Indonesia sebesar 51,01% dan publik 48.99 %.  Pada tanggal 7 Januari 2013, PT Semen Gresik (Persero) Tbk berubah nama menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk  sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada 20 Desember 2012.
Walau tak dapat dipungkiri bahwa BUMN-BUMN yang ada di Indonesia mengalami jatuh bangun dan harus mencari strategi yang jitu untuk menutupi kerugian negara. Privatisasi adalah salah satu cara yang dianggap bisa menjawab tantangan selain inovasi lainnya. Namun demikian privatisasi yang dilakukan tentunya harus dapat mendatangkan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia, yaitu privatisasi yang mampu meningkatkan kinerja BUMN, mampu mendorong BUMN untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan BUMN, mampu meningkatkan akses ke pasar internasional, mampu mendorong terjadinya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu mendorong terjadinya perubahan budaya kerja dan penyerapan tenaga kerja serta tidak merugikan masyarakat sekitar dan keuangan yang didapatkan harus murni untuk menutup defisit APBN.
Menurut laporan keuangan BUMN pada tahun 2011, terdapat 140 BUMN dan 15 Perusahaan dengan Kepemilikan Negara Minoritas, yang tersebar di hampir seluruh sektor ekonomi. Jumlah anak perusahan BUMN dengan kepemilikan BUMN mayoritas (di atas 50%) mencapai sekitar 173.

II.2. Tantangan Semen Indonesia

Pada tahun 2012 kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berakibat langsung pada biaya produksi dan transportasi semen. Kondisi tersebut sempat membuat Asosiasi Semen Indonesia (ASI) khawatir jika kenaikan harga BBM bisa menjadi batu sandungan industri semen. Meskipun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar 88% untuk proyek yang sifatnya fisik atau konstruksi, salah satunya adalah pembangunan jalan tol, dan  distribusi semen masih menggunakan BBM bersubsidi. Namun hal itu tetap  membuat naiknya harga semen yang mempengaruhi persaingan bisnis, yang cendrung memilih harga yang lebih murah.
Selain itu perusahaan juga harus menutupi ongkos produksi akibat hujan dan banjir yang sering terjadi akhir-akhir ini, mengakibatkan turunnya penjualan di sejumlah daerah di Indonesia terlebih di daerah Jawa dan Sumatera.
Meskipun naiknya biaya transportasi, investasi industri semen ternyata terus meningkat. Tingginya  permintaan akan semen dalam negri dan semakin banyaknya pembangunan gedung dan infrastruktur jalan membuat Investor asing juga tertarik bermain di pasar dalam negri bahkan juga akan memperbesar  pengaruhnya di Indonesia.
Ada delapan investor yang ikut serta dalam industri semen ini, empat dari dalam negri dan empat dari luar negeri yang akan membangun pabrik di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Papua. Enam diantaranya tengah melaksanakan studi kelayakan, menjalankan analisa dampak lingkungan, dan telah menekan nota kesepahaman. Mereka adalah PT Semen Gresik, PT Semen Baturaja, PT Indocement Tunggal Prakarsa melalui anak usahanya PT Sahabat Mulia Sakti, PT Semen Bosowa, Lafarge Cement Indonesia dan China Anhui Conch Group Co. Ltd. Adapun dua investor lainnya adalah China Triumph International Engineering Co. Ltd, dan State Development and Investment Cooperation.
Anhui sendiri adalah pemain besar di China yang punya kapasitas 100 juta ton per tahun,  yang akan membangun pabrik berkapasitas 7 juta ton dalam empat tahun ke depan di Kalimantan. Sementara Siam Cement Group yang hobby mengakuisisi perusahaan di Indonesia dan juga merupakan Raksasa produsen kimia milik kerajaan Thailand akan  a membangun pabrik semen di Sukabumi, Jawa Barat sesuai dengan tekadnya ingin menjadi pemimpin dan memperluas bisnisnya di ASEAN. Investor dari India juga ingin mendirikan pabrik di Lebak karena bahan baku dasar pembuatan semen melimpah disana yang rencananya akan menggandeng investor dari Inggris.
Di samping itu persiapan menyambut (ASEAN Economic Community (AEC) masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015 yang terdiri dari 10 negara di kawasan ASEAN yang akan bersaing dengan berbagai macam arus seperti  arus Bebas Barang, Bebas Jasa, Bebas Investasi,  Bebas Tenaga Kerja Terampil dan Sektor Prioritas Integrasi menjadi tantangan yang tak mudah bagi Semen Indonesia.

II. 3. Prestasi Semen Indonesia

Meskipun tantangan yang dihadapi oleh Semen Indonesia tidak sedikit, namun prestasi Semen Indonesia bukannya tidak ada. Hal ini sudah nampak dalam peran Semen Indonesia dimana PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah dapat membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp2,42 triliun atau sekitar 45 persen dari laba bersih tahun 2013 yang mencapai Rp5,37 triliun seperti dilansir dari kabarbisnis.com.
Seiring dengan itu Semen Indonesia merupakan produsen semen terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 30 juta ton semen per tahun dengan  penguasaan pasar dalam negri sebanyak 44 persen.
Selain menjadi rajanya di negri sendiri, Indonesia juga patut berbangga karena kinerja  PT. Semen Indonesia di bawah pimpinan Direktur Utama Dwi Soetjipto telah berhasil mengakuisisi Thang Long Cement Company (TLCC) Vietnam pada tahun 2012 yang mana ini dapat menjadi pintu masuk  perluasan Semen Indonesia di Asia Tenggara.
Sedangkan untuk kancah Internasional Semen Indonesia masuk dalam daftar Forbes Global 2000 yang menduduki peringkat dari 1674 pada tahun 2012 ke posisi 1425 pada tahun 2013 atau naik  249 poin. Peningkatan tersebut tercatat sebagai yang terbesar dibanding delapan perusahaan Indonesia lainnya yang terdapat dalam daftar Forbes Global 2000.
Tidak saja dalam peningkatan kapasitas produksi, tapi juga diikuti dengan performansi kinerja yang luar biasa. Terbukti untuk tahun 2013 saja Semen Indonesia telah mendapatkan lebih dari 30 penghargaan, seperti BUMN Innovative Award 2013 kategori The Best Corporate Innovative Culture & Management, The Best Innovative of Green Product, The Best Product Innovation Of Energy & Mining Sector, The Best Technology Innovative Energy & Minning Sector dari Kementerian BUMN, "Best 50 Forbes" sebagai 50 perusahaan publik terbaik di Indonesia pada November 2013 dan Rintisan Industri Hijau 2013 dari Kementerian Perindustrian juga pada November 2013.
Sebagaimana halnya keberadaan sebuah pabrik, dampak pabrik terhadap lingkungan juga sangat diperhatikan oleh Semen Indonesia secara seksama, terbukti dengan diraihnya Proper Emas, yaitu penghargaan lingkungan dengan level tertinggi yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup.
Sementara untuk tingkat Asia Tenggara, Semen Indonesia berhasil menyabet penghargaan ASEAN Energy Awards 2013 yang diikuti oleh seluruh negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya itu Perusahaan persemenan terbesar di Indonesia ini juga menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu ASEAN Energy Management Awards dan ASEAN Coal Awards.
Untuk ASEAN Energy Management Awards, perseroan menitikberatkan pada pemanfaatan sumber energi alternatif dari limbah pertanian atau biomass sebagai substitusi batubara. Biomass tersebut diambil dari sekam padi, serbuk sabut kelapa (cocopeat), serbuk gergaji, dan limbah tembakau yang juga menguntungkan masyarakat lingkungan sekitar pabrik . Selain tidak baik bagi keberlanjutan lingkungan, penggunaan batubara menuntut biaya yang sangat tinggi, sehingga pemanfaatan biomass dapat menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus efisiensi biaya operasional yang pada akhirnya bisa meningkatkan level profitabilitas perseroan. Aksi perseroan dalam memanfaatkan energi alternatif ini telah mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global, sehingga mendapat kredit karbon/certified emission reduction (CER) dari salah satu badan yang terintegrasi dengan PBB, karena telah mengurangi emisi CO2 dari 36.805,91 ton pada tahun 2011 menjadi  102.081,61 ton pada tahun 2012 lalu.
Sedangkan untuk ASEAN Coal Awards, perseroan menitikberatkan pada pemakaian batubara rendah kalori (low rank) untuk menggantikan batubara yang tinggi kalori (high rank) yang juga turut memberi dampak positif kepada perseroan dalam segi efisiensi bahan dan biaya.

II. 4. Strategi Semen Indonesia
           
            Semen Indonesia saat ini sudah menjadi induk dari empat pabrik semen dan wilayah disekitarnya, yakni Semen Gresik di Jawa, Semen Padang di Sumatera, Semen Tonasa di Sulawesi dan (TLCC) di Vietnam. Dengan pencapaian korporasi  terbesar di Asia Tenggara, tidak saja pada kapasitas produksi yang meningkat, tapi peningkatan daya saing yang semakin kompetitif, membuat Semen Indonesia harus terus melakukan akselerasi kinerja.            Selain mengatur startegi internal perusahaan seperti  kekompakan dalam manajemen dan pemikiran dengan berbagai ide, kreasi dan inovasi, perusahaan juga harus melakukan peningkatan (upgrading) teknologi yang berimbas kepada kapasitas produksi semen. Disamping itu penambahan produksi juga terus dibarengi dengan perluasan pemasaran, menambah packing plant dan jaringan distribusi disamping ekspansi perusahaan dan kecepatan mengatasi kompetitor yang sama.

Strategi semen Indonesia lainnya juga mengacu kepada enam hal, yaitu :
1.       Peningkatan kapasitas produksi yaitu dengan membangun pabrik baru dan aktif mencari sumber bahan baku semen baru di beberapa daerah lainnya.
2.         Pengelolaan energi yang berkelanjutan dan efisien.
3.         Peningkatan citra dan kinerja perseroan.
4.         Memperkuat pelayanan dan pertumbuhan konsumen.
5.         Pengelolaan manajemen risiko supaya industri bisa berjalan dengan kontinuitas.
6.         Restrukturisasi korporasi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
           
Untuk pemasaran, penguasaan pasar PT Semen Indonesia (Persero) sangat bisa diandalkan karena jaringannya yang menyebar dan merata ke seluruh Nusantara. Jaringan distribusi tersebut didukung oleh 30 unit gudang penyangga, 22 packing plant di lokasi yang strategis dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta 361 distributor nasional. Apalagi, lokasi pabrik secara geografis juga sangat strategis yaitu Semen Padang di Sumatera, Semen Gresik di Jawa serta Semen Tonasa di Sulawesi, serta satu pabrik di Vietnam. Posisi tersebut sangat mendukung bagi perluasan jangkauan pasar yang ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, Sorong dan dua pelabuhan di Vietnam.
PT Semen Indonesia Tbk (Persero) sudah bertekad menjadi penguasa pasar (market leader) komoditas semen di Asean. Tujuh negara telah dibidik diantaranya Timor Leste, Singapura, Laos, Kamboja, Bangladesh, Myanmar, dan Vietnam yang kini digarap melalui TLCC.
Pengambilalihan saham pabrik semen di pinggiran Kota Ho Chi Minh, Vietnam juga mempunyai nilai strategis. Dengan cadangan deposit batu kapur yang merupakan bahan baku pembuatan semen, maka Thang Long memiliki potensi untuk mengembangkan dua pabrik semen baru di Provinsi Quang Ninh dan Binh Phuoc yang didukung deposit batu kapur lebih dari 200 juta ton. Selain itu, posisi Thang Long yang dekat dengan pelabuhan Cai Lan dan jalur Sungai Mekong serta jalan antar daerah maupun pelabuhan Internasional, menjadikan sistem distribusi akan efektif dan efisien. Contohnya, TLCC pada Desember 2013 telah mengekspor 30 ribu ton semen curah ke Peru melalui pelabuhan Cai Lan, Provinsi Quang Ninh, Vietnam.
Disamping itu pabrik yang dibangun dengan teknologi tinggi ini memiliki keunggulan distribusi berupa pelabuhan di Vietnam Selatan, sehingga memudahkan sinergi pasar di Indonesia dan jalur ekspor ke Myanmar serta Bangladesh. Dengan menguasai Vietnam pula, korporasi bisa menjadi pemimpin penjualan semen untuk negara tetangga, Laos dan Kamboja.
PT Semen Indonesia (Persero) juga pernah mendapat pujian dari Menteri Perdagangan, M Luthfi untuk memotivasi pengusaha Indonesia lainnya, agar tidak hanya menyasar pasar domestik saja, namun juga harus mampu merebut pasar ASEAN. Hal ini dimungkinkan karena Pasar Asean yang terdiri dari 10 negara itu, jumlah penduduknya sekitar 612 juta jiwa yang mana 40,60 persen di antaranya adalah masyarakat Indonesia.
Selanjutnya Semen Indonesia berencana mengakuisisi beberapa pabrik semen di Asia Tenggara. Tahun ini, ditargetkan dapat merealisasikan ekspansi ke Myanmar. Akuisisi dilakukan karena pertimbangan realistis daripada membuat pabrik baru yang membutuhkan waktu tiga tahun untuk membangunnya. Dan rencana bisnis jangka panjang Semen Indonesia akan meningkatkan kapasitas desain  menjadi 40,8 juta ton semen pada tahun 2017.

III. PENUTUP

Dengan sejumlah prestasi yang sudah diperoleh PT. Semen Indonesia, tidak diragukan lagi Semen Indonesia dapat lebih maju lagi ke depannya. Walaupun banyaknya kompetisi dari dalam dan luar negri, kita berharap semoga Semen Indonesia dapat menjadi perusahaan BUMN pelopor yang mampu bersaing, meningkatkan kinerja, menjaga performa serta menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di level Asia Tenggara bahkan tidak tertutup kemungkinan di level dunia.



Referensi :
             
1.         https://www.mpr.go.id/pages/produk-mpr/panduan-pemasyarakatan/bab-ii-uud-nri-            tahun-               1945/d-hasil-perubahan--naskah-asli-uud-1945-4
2.         http://distributorsemenpadang.blogspot.com/2009/03/sejarah-ringkas-semen-          padang.html
3.         http://csrsemengresik.com/index.php/2012-05-25-11-40-38/2012-05-25-18-23-       26/sejarah-               perusahaan
4.         http://www.bumn.go.id/wp-content/uploads/2010/10/Privatisasi_BUMN.pdf
6.        http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=134       14:prospek            -industri-semen-tetap-cerah&catid=21:khas&Itemid=91
7.      http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/14/01/22/mzrltf-semen-indonesia-bidik-produksi-40-juta-ton-di-2017
8.         http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/14/01/31/n09grg-semen-indonesia-menancapkan-pengaruh-di-asean
9.         http://www.antarajatim.com/lihat/berita/130407/semen-indonesia-bukan-jago-kandang
           


Sunday, September 1, 2013

Budaya Remaja, 31 Agustus 2013

Budaya Remaja 31 Agustus 2013.

Adalah sangat menarik sekali berbincang dengan 6 orang remaja semester 5 dari beda Perguruan Tinggi kali ini.
STKIP Ahlussunnnah dan Akbid Pelita Andalas.

Cerita sedikit nih tentang kronologis Talk show kita kali ini yach..Sambil latihan membuat percakapan ala2 Cerpen gitu…ha..ha..soalnya mau praktekin Ilmu Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia. Yuk…mariii….

Jumat sore.
Awalnya aku confirm sama Romi (Rekan MC, Juri, Teater dan Partner Siaranku di RRI). Pas hari Jumat, saat itu Romi memohon2 sama aku, “Buk, Punya Skenario MC buat acara Penyambutan Pengantin dengan bareh kuniang nggak buk? Soalnya yang punya acara katanya mau lihat.”
Aku bilang “Ada, aku cari dulu ya?”.
“Pinjam dong buk, please…cariin ya buk, aku jemput ya?” di tengah hari Hujan dan Guntur yang berdentum2 hebat di luar sana ditambah lagi dengan angin yang kencang.

Huh..Romi…kalau ada maunya sering gitu sich…”Tolong ya buk..mohon buk please buk dsb”…Puas dech aku…
Yach..sebagai Trainer dan MCProfesional aku selalu mengarsip scenario MC yang aku olah secara kreatif sesuai dengan permintaan2 Klien. Dari MC Resmi, Pernikahan, Resepsi, Launching Product, Customer Gathering, Lomba, Hiburan, Reuni, Ulang Tahun, Wisuda, Pembacaan SK dan Acara Kekeluargaan  lainnya. Dan pada saat aku melatih MC bagi siswa Privatku, mereka juga aku ajarkan irama, gesture, body language, percaya diri dan public speaking lainnya. Mmm..bagi yang mau ikut latihan ..silakan daftar aja di lahevi center.
Nah ketika Romi datang, Sembari meminjamkannya aku Tanya, “Buat tamu hari Sabtu sudah ada Rom?“
“Sudah, tamunya ada dari HER Community”jawabnya. “Ok dech, jangan lupa dikembaliin ya?”
Ya buk, makasih banget ya? Ntar aku kembaliin. 

Trus besoknya (Sabtu) setengah jam sebelum acara aku telpon Romi lagi, “Gimana tamunya jadi datang nggak, apa mereka sudah tahu?” tanyaku. Lalu Romi kirim nomor HP tamunya, aku hubungi ternyata nggak angkat2.
Yach..kepikiran juga, malas siaran nggak ada kepastian dari Narasumber, khususnya kalau dari Remaja. Yach..biasalah..kalau diajak Talk Show, janjinya mau datang, tapi ujung2nya kita juga yang repot sebagai hostnya.

KAlau dihitung2 itulah suka duka nya jadi presenter acara Talk Show. Bahkan ada yang tamunya sudah OK janjian, eh ternyata ditunggu2 nggak datang tanpa pemberitahuan, katanya ada yang lagi rapat lah, tiba2 harus keluar kota dll. Masih untung kalau waktunya masih ada 30 menit sebelum acara, kita bisa carikan narasumber pengganti yang siap selalu memberikan motivasi dan informasi terbaru.

Ok dech.. Sehabis shalat Ashar, aku kumpulkan semangat untuk datang ke Studio RRI, dan karena beberapa hari ini aku sibuk ngecas semangatku lewat artikel2 motivasi dan bisnis serta kepenulisan di Internet. Maka sambil memasukkan laptop dan modem ke dalam tas aku raih kunci mobil, dan go to RRI.

“Ya udah dech...kalau tamunya nggak datang, Romi juga nggak datang, aku sudah siap saja untuk TalkShow sendiri tentang Blog, FB dan content2 yang bermanfaat yang dapat kita gunakan sebagai cara menambah motivasi dan berbagi kreasi di dunia maya” batinku sambil tancap gas sehabis lampu merah.
Soalnya aku ingat, sewaktu aku menjadi Presenter di BiTV dulu, pernah terjadi hal yang sama, tamu yang nggak datang karena berbagai alasan, nggak siaplah, grogi di depan kamera lah. Tapi kalau soal ini, aku  bisa kasih motivasi kilat pada mereka. Bahkan mereka yang pemalu langsung terbawa oleh keceriaan dan pembawaanku. Padahal  acaranya Live lagi, tidak ditaping.

Ya udah, berbekal pengalamanku menjadi Narasumber Motivasi, Etika dan Komunikasi Pelayanan di Instansi dan Institusi, maka 1 jam lebih sudah biasa bagiku memberikan materi. Dengan pertolongan Allah dan berbekal pengalaman menjadi Nara Sumber di beberapa Stasiun Radio dan TV secara "Live" sebelumnya seperti di Arbes Conseling Padang th 2002 – 2004, Narasumber Tetap Dunia Wanita Elsi FM Bukittinggi th 2006. Host Acara Pesona Wanita dan Dialog Khusus BiTV th 2009 -2011 termasuk menjadi Pengisi Acara di RRI 2012 – skrg, sejauh ini masih bisa diatasi. Alhamdulillah.

Back to topic..

Nah..sesampai di RRI, aku lihat ada 3 orang mhswi yang memakai baju olahraga pink. Lantas aku bertanya dalam hati..apa ini tamunya ya..?
Dengan sok akrab..aku langsung Tanya sama mereka…”Adek yang mau ngisi acara Talkshow Budaya Remaja ya?”
Sambil berpandang2an kebingungan satu sama lain, mereka bilang “Tidak..kami sebenarnya mau nanya tentang Rekaman suara Dubbing buat acara Inaugurasi nanti”.

“Oh gitu, Ok nggak apa2..kalau gitu kita siaran dulu ya di RRI, tentang acara kamu itu. bisa kan, sekalian nanti dicerikatan tentang kegiatannya dan tanggapan kamu terhadap remaja sekarang, seperti Diskusi gitu “ kataku meyakinkan mereka.

“Yach..nggak apa2 dek, kebetulan AKBID Pelita Andalas belum pernah kita ajak Talk Show” timpalku lagi membuat mereka merasa “wah…kebetulan juga nich”.

Alhamdulillah, dalam hitungan detik, mereka mau, langsung aku ajak masuk ke ruang siaran dan mulai memberitahukan berikan apa2 saja nanti yang aku tanyakan.

Belum berapa lama, tiba2 Romi nongol…
Aku kaget , “Ternyata kamu datang juga ya, kenapa tadi nggak diangkat sich telponnya?  
“Iya aku lagi di jalan, oh ya nanti ada 3 orang tamu lagi dari BEM STKIP..nggak apa2 kan?”
“Ya..Boleh dong, kan semakin rame lebih bagus” kataku.

Ok dech …mulai siaran dan aku mau 
perkenalkan tamu2 kita yang sudah datang, dan aku ringkas aja nich ceritanya ya?

Molis : Bujang wakil II Bukittinggi 2013. Barusan kembali dari Thailand setelah satu bulan disana, karena diajak oleh sepasang Tourist Thailand yang juga ingin memperkenalkan negerinya. Mereka mau berterimakasih sama Molis sudah mau menemani mereka mengitari Bukittinggi dan Padang, dengan Bahasa Inggris dan pelayanan yang menyenangkan. Padahal Molis lagi kerja Part Time di sebuah Restoran.
Molis yang juga kuliah di Jurusan Biologi di STKIP Ahlussunnah juga sudah pernah ikutan Lomba Monolog dengan tema Hidung Belang ini, kita todong juga untuk memerankan tokoh si Hidung Belang tersebut lewat radio. Wach..talented banget.

Mita : Wakil BEM STKIP Ahlussunnah yang mengambil Jurusan Biologi, punya program untuk melanjutkan ORDIK untuk anak2 tahun baru.

Sari : jurusan Matematika, gadis manis yang sedikit pemalu ini juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan di BEM STKIP Ahlussunnah, bercita2 mau menjadi guru Matematika yang menyenangkan buat murid2nya.

OK dech…kita lanjut ke teman2 dari AKBID Pelita Andalas tadi.

Nah..Teman2 kita ini, sebentar lagi mau mengadakan acara Inaugurasi dan ini dia beberapa orang pemainnya

Ada Kaira Sadri : Ketua BEM AKBID Pelita Andalas, ternyata berasal dari SMA di Painan.  Mahasiswi yang sering dipanggil Aa ini baru satu bulan latihan Biola, dan akan menampilkan keahliannya bersama kolaborasi penyanyi dan pemain gitar dengan membawakan Lagunya Iwan Fals “Ibu”.

Yunita Sanfitri, Mhsw yang berasal dari Bangko ini sering disapa dengan Ayu, nantinya mau memerankan Adiknya Malin Kundang dalam Acara Inaugurasi tersebut, yang langsung kita todong untuk memerankan tokoh tersebut dengan temannya Wina.

Wina, gadis yang aslinya bernama Isra Wina ini, juga tidak mau kalah dalam memerankan si Tokoh Malin Kundang yang seharusnya laki2 tapi diperankan oleh perempuan, wajar.. karena di AKBID siswanya memang perempuan semua.

Tapi ketika ditanya “Kenapa kalau yang kuliah di AKBID dan yang menjadi Bidan kebanyakan perempuan sedangkan yang jadi Dokter Kandungan kebanyakan laki2 ya..?” ketika ditanya demikian mereka menjawabnya hanya dengan senyuman”

Ok dech..sahabat kreatif sampai disini dulu jumpa kita. Jumpa lagi Minggu depan dalam Acara Budaya Remaja pukul 4 – 5 sore. Hanya di RRI PRO 2 FM. 97, 2 MHz.
Pantau terus acara kami di LiveStreaming PRO 2 RRI Bukittinggi. Da  dach…



Dan  mencari, menghubungi dan menschedule tamu2 ini masih terus kami lakukan 4 kali dalam seminggu. Dan mungkin saja kamu yang berikutnya. Tapi Jangan sampai kami kewalahan lagi ya..?

Wassalam…









Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Siapa dan APa, Jumat 30 Agustus 2013

Perbincagan kali ini berawal dari Konsultan Keuangan : Fitrianti.
Menarik dari nama nara sumber kita kali ini. Karena dia tidak pernah tahu nama aslinya adalah Fitrianti waktu lecil dulu, karena keseringan dipanggil Dona di rumah. Soalnya wajahnya mirip dengan tantenya yang bernama Dona, sehingga baik di rumah maupun dimanapun namanya dipanggil Dona.

Lucu juga, sampai suatu saat waktu absensi di lokal, yang bernama Fitrianti tidak ada yang tunjuk tangan, setelah dikasih tahu sama orangtuanya oalah..ternyata namanya Fitrianti toh…bukan Dona. ha..ha..lucu juga.

Ok dech, biar tidak terjadi lagi kejadian seperti di atas gimana solusinya Atau mungkin anda juga punya pengalaman yang lucu lainnya. Silahkan koment di bawah ini ya…?

Baiklah Sahabat kreatif, kita langsung saja, mungkin ibu2 di rumah yang sudah pada bingung mau ngapain ya, karena anak2nya sudah besar-besar tidak perlu lagi diantar jemput, sehingga terpikir untuk mempunyai kegiatan mengisi waktu luang. Nah..Tema kali ini pantas untuk disimak ya..?

Mungkin ada baiknya juga kalau kita bertanya pada narasumber kita, apa sih yang perlu disiapkan pertama kali kalau kita mau buka usaha ?
  • Mulailah usaha dengan hobby, karena kalau hobby maka kita tidak akan pernah mengeluh.
  • Saat usaha mau berjalan, bicarakan dulu dengan keluarga, suami dan anak. Karena mereka juga harus siap kalau si ibu mulai melakukan aktivitas yang memang perlu diseriusi kali ini.
  • Buat pembukuan dan catat pemasukan serta pengeluaran sedetil mungkin. Mungkin hanya sebuah korek api, jika buka usaha menjual gorengan, tetap dituliskan.
  • Sekiranya usaha belum stabil jangan putus asa dulu, misalnya setelah 3 hari jualan, langsung berhenti, dan menganggap kita merugi.
  • Seandainya usaha anda berhenti jangan menghukum diri sendiri dulu, soalnya misal pisang yang kita beli berlebih masih bisa dimakan, terus minyak yang berlebih masih bisa dipakai untuk menggoreng lainnya dsb.
  • Jangan menutup diri atau di rumah saja, artinya kita harus memperluas pergaulan, misal lari pagi di lapangan akan bertemu dengan kawan lama atau masuki komunitas baru yang sesuai dengan keinginan anda .
  • Seandainya ada acara arisan, gunakan moment itu untuk promosi usaha atau jasa anda. 
  • Seandainya ada yang memuji hasil karya anda, masakan anda dll, itu patut untuk ditindaklanjuti..bahkan sambil promosi lagi Eh..bu..kalau mesan kue, ke aku aja ya..? Ntar dikasih diskon dech…
  • Bagi ibu2 yang suka investasi di bidang property, perhatikan dulu situasi dan konndisi dari surat2nya, tempatnya, jelas barangnya, ada air yang bersih, akses jalan  dll.
  • Hmm…Kalau coba2 bikin usaha mah..belum tentu untung, gmn kalau investasi dalam bentuk lainnya?  Ada nggak?
  • Ada tapi Hati2 dengan investasi yang menjanjikan laba yang di luar dari biasanya, apalagi dengan jalan  MLM, Mulut Lewat Mulut. Jangan mudah tergiur keuntungan besar dan balik modal yang cepat..Masuk akal nggak? Selidiki dulu.
  • dst

  • Oke dech sahabat kreatif..maaf lagi capek nich.nggak semuanya sempat ditulis nich. Ini juga sudah jam setengah 2 dini hari. 
  • Jadi dengerin aja ya terus di RRI PRO 2 FM 97,2 MHz, Acara Siapa dan Apa setiap Hari Jumat pukul 11.30 -12.00 siang ..


  • See you and Bye-bye…

wassalam



Monday, October 3, 2011

Monday, September 19, 2011

Semangat & Prestasi di Tengah Kesederhanaan

bersama :
Host : Linda Hevira (Trainer Uni Djan Training)
dan : Zulfamiadi, SHI (Ketua Bidang Penghimpunan PKPU Sumbar Bagian Utara)
        Zulherman (Siswa MAN Model Bukittinggi)
        Rama Dina (Siswi SMPN 1 Ampek Angkek)

Monday, August 22, 2011

Membangun Citra dengan Sastra




Bersama ;
HOST : Linda Hevira (Trainer : Pengembangan Diri dan Profesi, MC dan Public Speaking)
Tamu   : Irzen Hawer (Guru Bahasa SMA Batipuh / Penulis 4 buah buku )
             Ketrina Aprilian (Pelajar SMA Solok/ Finalis Cerpen majalah ANEKA dan penulis puisi dan buku     Antologi Cerpen)

Assalaamu'alaikum WW.
Selamat Siang pemirsa, senang sakali saya Linda Hevira kembali hadir di hadapan anda dalam Acara Cita Diri, Sebuah acara yang membahas masalah Kepribadian, Komunikasi, Motivasi dan Pelayanan.
Dan seperti biasa kita selalu menghadirkan topik2 yang menarik untuk dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari2.
Dan Tema kita hari ini adalah : Membangun Citra dengan Sastra.

Pemirsa, masih ingatkah anda dengan Sastrawan Sumatra Barat seperti Buya HAMKA dengan "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" dan yang terbaru sekarang kembali difilmkan " Di Bawah Lindungan Ka'bah" , Marah Rusli yang terkenal dengan Sitti Nurbaya, AA. Navis dengan Robohnya Surau Kami, Abdul Moeis dengan Salah Asuhan dan banyak lagi yang lainnya.

Nah sekarang, Pertanyaannya  kenapa karya sastra di Indonesia masih belum banyak yang bermunculan?
Mungkin kita baru mulai melirik "Laskar Pelangi", Ketika Cinta Bertasbih dan masih banyak yang lainnya yang sudah mulai banyak difilmkan. Tapi para sastrawan Sumatra Barat sepertinya tidak mau lagi ketinggalan. Mereka sebenarnya ada di seantero jagad raya ini, tapi kurang diapresiasi. Siapa lagi yang akan mengangkat para sastrawan ini kalau tidak kita sendiri.

Kalau kita mau merujuk perbandingan yang dilakukan oleh Taufiq Ismail (Sastrawan dan Budayawan Sumatra Barat) terhadap sekolah SMA di luar negri dengan di Indonesia sendiri. Memang kurikulum bangsa kita  yang mengecilkan arti sastra itu sendiri. Ketika kita melihat bahwa perbandingan tatabahasa lebih dominan diajarkan seperti awalan, sisipan, akhiran dan sejenisnya sudah kita pelajari sejak di bangku SD, SMP, SMA bahkan di Perguruan Tinggi. Sehingga pelajaran Bahasa menjadi sesuatu yang membosankan.
Sedangkan di luar negri para guru bahasa SMA menjadikan kelas mereka menjadi menarik dengan mewajibkan membaca beberapa buah buku sastra yang tebal, mendiskusikannya bersama2, serta menugaskan untuk membuat karangan perminggunya. Menonton film pendek tentang karya tersebut bahkan membuat drama dari yang mereka baca. Sehingga dapat kita lihat bahwa di negara2 maju itu, kebiasaan membaca sudah menjadi sarapan penting bagi mereka, dan tentu saja ribuan buku selalu terbit disana.

Mereka lebih suka berbicara lewat pena, daripada sibuk berdebat di depan TV atau dimana saja seperti yang sering kita lihat selama ini.  Mereka kaya dengan ilmu dan pengalaman2 yang didapat lewat pesan moral yang  secara tidak langsung dapat mereka petik pada saat membaca. Hmm...bagaimana dengan negara kita?        
Nah untuk itu, saya mengajak 2 orang perwakilan dari teman2 Penulis Sastra untuk berbagi pengalaman kepada kita untuk mulai cinta kepada karya sastra.
Karya sastra sebenarnya sarat dengan makna. Dengan membaca sastra maka perasaan kita menjadi halus, terkadang ada kiasan yang tersirat di balik yang tersurat, merupakan perwakilan dari fenomena yang ada pada zaman dibuatnya, kita juga dapat melihat adat atau kepribadian si pelakunya, kekayaan alamnya serta tehnologinya, konflik dan pesan moral yang selalu ada dalam setiap karya sastra tersebut.                      


SEGMEN I :
Pemirsa tentunya kita ingin tahu kiat2 dalam memulai sebuah tulisan, jangan kemana2 karena sesaat lagi kami akan kembali, tetap di Citra Diri...

SEGMEN II :
  • Inspirasi apa saja yang dapat kita jadikan sebuah karya (selalu menulis diary, nanti kita edit mana yang pantas dijadikan cerpen)
  • Siapa idola anda
  • Cerita atau kisah apa yang menarik buat anda
  • Cerpen atau novel apa yang menarik buat anda
  • Bagaimana langkah memulai sebuah tulisan 
Pemirsa mungkin anda pernah mengalami kebuntuan dalam menuliskan sesuatu (nggak mood). Nah,  bagaimana cara menyimpan ide dan kiat meneruskan ide menjadi sebuah tulisan. Sesaat lagi kami akan membuka line interaktif di 0752 626035. Siapkan pertanyaan anda karena kami akan kembali setelah jeda berikut ini.

SEGMEN III :
  • Bagaimana cara mengatasi kebuntuan dalam menulis (saya selalu membawa notes jika ada ide yang muncul akan saya catat, kalau terjadi kebuntuan, mungkin cari inspirasi dengan membacanya lagi, atau lanjutkan judul cerpen yang lainnya)
  • Cerpen yang ada di buku ini  judulnya apa saja (bisa dilihat pada Potongan Tangan di Kursi Tuhan : Antologi 25 Cerpenis Sumatra Barat)
  • Apa yang menjadi inspirasi dalam novel2 ini (kisah mak tuo saya di padang panjang, menyinggung adat dan budaya juga)
  • Berapa lama proses pembuatan novel tersebut (lebih kurang 2 bulan)
  • Bagaiman minat teman2/masyarakat terhadap novel tersebut (mereka sangat antusias sekali, banyak yang sms dan menelpon mereka ingin membaca jilid keduanya, sehingga saya buat lagi sequelnya)
  • Apa harapan ketika novel dan cerpen ini diterbitkan
  • Interaktif
OK pemirsa ketika tulisan/karya sudah jadi, lantas bagaimana proses selanjutnya, apa yang harus kita lakukan bagaimana cara penerbitan bahkan pemasarannya. Sesaat lagi akan kita dapatkan jawabannya, tetap di Citra Diri.

SEGMEN IV :
  • Kemana karya kita diserahkan ketika sudah menjadi sebuah cerpen/novel, bagaimana cara menerbitkannya.(setelah menjadi tulisan, dijilid bagus2, kemudian diminta beberapa orang yang mewakili siswa, masyarakat, editor untuk membacanya, setelah itu diserahkan ke penerbit, jika menerbitkan dengan uang sendiri lebih cepat, tapi kalau menyerahkannya ke penerbit saja, maka akan lama karena bersaing dengan karya orang lain.Tapi misal buku yang tebal dengan modal harga 25.000/buku bisa dijual dengan harga Rp 40.000- Rp 50.000 )
  • Motivasi kuat apa yang bisa kita jadikan letupan untuk memulai sebuah karya (saya banyak membaca novel, banyak sekali sehingga saya merasa tertantang, ketika orang bisa kenapa saya tidak, padahal yang dibuatnya biasa2 saja, kalau begitu saya pasti bisa)
  • Kedepannya mau membuat berapa karya lagi
  • Interaktif
 SEGMEN V :
  • Tips2
  • Kesimpulan
  • Saran (selalu berada dalam lingkungan yang mendukung hobby dan bakat anda, kalau ada perkumpulannya lebih baik berperan dan berbagi didalamnya)
  • Penutup
Pemirsa,  sepertinya satu jam tidaklah cukup bagi kita untuk membahas semuanya. Namun mudah2an perbincangan ini dapat menjadi inspirasi bagi anda semuanya untuk mulai menggali bakat dan kemampuan diri, di bidang apa saja. Dan dengan bangkitnya Sastra di Sumatra Barat mudah2an dapat membangun kembali Citra yang lebih baik ke depannya.
Akhirnya Saya Linda Hevira, beserta tamu kita dan kerabat kerja undur diri dulu. Trimakasih atas perhatian dan kebersamaan anda dari awal hingga akhir acara ini. Selamat siang. Sampai jumpa . Wassalaamu'alaikum WW.






Monday, July 18, 2011

Yang Muda Yang Berkreasi

 Bersama : Linda Hevira (Uni Djan Training)
                Rina Anggraini
                Surya Fernanda
                Ririn






       

Monday, July 4, 2011

Motivasi Berprestasi di Usia Dini

Bersama ; Linda Hevira (Uni Djan Training)
dan : Sutera Dipha Ferdinant (Rara)
        Hendri Dunant, SH (Orang Tua)

Inovasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bersama : Linda Hevira, S.Si
dengan : 1. Drg. Salvi Raini
              2. Ernida, A.Md, Keb







Permasalahan Kesehatan memang tidak pernah habisnya. Kesehatan sangat dibutuhkan oleh setiap manusia, karena dengan badan yang sehat kita bisa beraktifitas dengan lancar.
Menarik sekali berbincang bersama Kepala Puskesmas Biaro yang mempunyai Program Pencegahan dan Penanggulangan NARKOBA yang berada langsung di bawah seorang wanita beserta staf yang luar biasa.
Program Pencegahan dan penanggulangan Narkoba yang mendapat sambutan dan dana Operasional dari BNN, telah banyak menghasilkan kader-kader dan duta yang disebar di sekolah-sekolah.

Ibu Ernida yang memberikan pelayanan Inovatif di Posyandu juga melakukan terobosan baru.
Posyandu yang pada hakekatnya memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, menyusui dan balita, tidak hanya menimbang berat bayi dan memberikan imunisasi.
tapi Bu Ida juga mencari cara bagaimana caranya supaya masyarakat dapat memaksimalkan keberadaan Pelayanan Kesehatan yang ada di pedesaan.
Salah satunya dengan membuat acara : Ulang tahun dan arisan bersama diantara para masyarakat.
sehingga dengan demikian adanya kedekatan antara petugas lapangan dengan masyarakat betul-betul dirasakan sebagai pelayanan kesehatan yang menyenangkan. Dan masyarakat juga mendapatkan pelayanan kesehatan dan pantauan gizi serta perkembangan anak mereka, tidak saja dilakukan pada awal kelahiran tapi juga sampai si anak / bayi berumur 5 tahun.

Selain itu pembinaan kader remaja supaya tanggap terhadap masalah Psikologi dan perubahan perilaku juga dibantu oleh Psikolog yang akan membantu permasalahan mereka.
Perencanaan terhadap keluarga baru yang akan melahirkan anak dan memberikan pelajaran kesehatan dan gizi keluarga secara berkala.
Sehingga dengan berbagai inovasi lainnya, pelayanan kesehatan di tengah masyarakat yang menyenangkan ini patut untuk ditiru oleh PUSKESMAS bahkan RUMAH SAKIT LAINNYA.

Monday, May 23, 2011

Monday, January 31, 2011

Citra Diri, Etika Berbusana

Senin, 31 Januari 2011
bersama: Linda Hevira (Uni Djan Training)
dan : Ir. Hj. Vera Primadewi (Designer)
 Etiket yaitu menempatkan sesuatu sesuai dengan waktu, tempat dan suasana.
Dalam hal ini busana yang kita pakai hendaknya juga memperhatikan 3 buah norma :
1. Norma Agama (Menutup Aurat)
2. Norma Hukum (UU Pornografi)
3. Norma Sosial/Budaya setempat (Di Aceh aturan berbusana lebih ketat dibanding daerah2 lain di Indonesia) Norma di Bali lain dengan di Minangkabau dll.
Supaya apa yang kita kenakan tidak sampai SALTUM atau salah kostum dalam menghadiri suatu acara, biasanya kategori pembagian busana menurut acara dibagi 3 :
1. Acara Formal
2. Semi Formal
3. Non Formal/Santai/Hiburan